BERITA UTAMA
|
Ujian Nasional Sekolah Dasar di Tapin, Senin sampai dengan Rabu besok diikuti sedikitnya 3100 siswa. Dengan jumlah sekolah yang menyelenggarakan UN sebanyak 46 sekolah. Informasi tersebut disampaikan Kasi Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Tapin, H. Mahlan. Karena ada sekolah yang jumlah siswa kelas VI nya tidak sampai 20 orang, terpaksa penyelengaraan UN nya digabung dengan sekolah yang berdekatan, ujarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan dalam koordinasi. |
|
Di tahun ini di Tapin sudah mempunyai RBM (Ruang belajar masyarakat) yang terletak di Gedung Juang, Rantau di Jalan Hasan Basery Rantau. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tapin H Syaiful Bachrin Noor. "RBM ini merupakan sebuah kelembagaan bagian dari kegiatan PNPM. RBM ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan para pelaku PNPM yang ada di Tapin," kata Syaiful. |
|
Bupati Tapin Drs. H. Idis Nurdin Halidi , M.AP mewanti-wanti agar Urang Tapin menuntaskan wajib belajar 9 tahun. "Tidak hanya itu saja, bagi remaja yang masih dalam usia sekolah agar rela menunda perkawinannya, hingga menamatkan sekolahnya dulu," saran Bupati. Dikatakan Bupati, usia sekolah sangat sayang kalau ditinggalkan, apalagi ilmu pendidikan sangat penting untuk bekal hidup di kemudian hari. "Kalau berbekal ilmu pengetahuan, pastinya sangat berguna untuk masa depan. |
|
Sekolah yang ada di Tapin Kembali diingatkan agar jangan melakukan pungutan terhadap siswanya. Kecuali dengan syarat dan ketentuan tertentu baru diperbolehkan.Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin H. Ahmad Nabhani S.Pd. "Larangan ini berlaku untuk seluruh sekolah yang berada di kawasan Kabupaten Tapin, tanpa kecuali. Terutama dalam hal pendaftaran siswa baru, ujian nasional, ulangan, dan menyangkut nilai raport," tegas Nabhani. |
|
Masyarakat Tapin diminta jangan malu dan ragu-ragu mengatakan kalau Tapin ini sebagai masyarakat pertanian. Seharusnya malah bangga menjadi daerah dan kabupaten yang dikenal sebagai penghasil pertanian. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian RI Dr. Rusman Heriawan saat melakukan panen raya padi di Desa Timbaan, Kecamatan Tapin Selatan, kemarin pagi. |
|
Ada 52 honorer kategori I di Pemkab Tapin yang dinyatakan memenuhi kriteria berdasarkan hasil verifikasi dan validasi BKN RI. Sedangkan sisanya 5 orang dinyatakan tidak. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BKD Tapin Ir. Mujiarto MS yang didampingi Kabid Mutasi Indrayani di ruang kerjanya, kemarin siang. “Jumlah honorer yang masuk dalam database Tapin sebenarnya ada 57 orang, tapi setelah dilakukan verifikasi dan validasi di BKN RI hanya 52 orang yang memenuhi kriteria. Mereka inilah nanti yang akan diangkat menjadi CPNS di Pemkab Tapin,” ujar Mujiarto. |
|
P E N G U M U M A N
NOMOR : 810/ -SI/BKD T E N T A N G DAFTAR NOMINATIF TENAGA HONORER KATEGORI I DARI KABUPATEN TAPIN YANG MEMENUHI KRITERIA BERDASARKAN HASIL VERIFIKASI DAN VALIDASI NASIONAL |
|
Jika tak ada aral, pada hari Rabu 11 April 2012 besok, Kabupaten Tapin bakal kedatangan Menteri Pertanian Ir. H. Suswono, bersama rombongan dari Jakarta. Mentan bakal melakukan panen raya padi di lokasi SL PTT Desa Timbaan milik Kelompok Tani Sinar Pagi di Kecamatan Tapin Selatan. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Tapin H. |
|
Bupati Tapin Drs. H. Idis Nurdin Halidi, M.AP, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Eka, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan tersebut digelar di Aula Kabinet Satu, Kantor Bupati Tapin, belum lama tadi. Yang menjadi narasumber dari kegiatan tersebut adalah Anggota DPD RI Ir. Adriani SH dan Dosen Fisip Unlam Taupik Arbain. Acara ini dihadiri oleh Bupati Tapin Drs. H. |
|
Pihak Rumah Sakit Datu Sanggul sedang berupaya menyiapkan rumah sakitnya menuju Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Tapin. Saat ini, pihak rumah sakit sedang mempersiapkan dokumen dan berkas administrasi kelengkapan sebagai persyaratan untuk menuju BLUD. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau Noor Ifansyah,. "Kami memang sudah mempersiapkan RS Datu Sanggul menjadi BLUD RS Datu Sanggul yang dirintis sejak tahun 2010 lalu. |